PENGARUH SELF EFFICACY, PERCEIVED BARRIERS, DAN PERCEIVED BENEFITS TERHADAP PERILAKU BERHENTI MEROKOK PADA REMAJA LAKI - LAKI DENGAN PENDEKATAN HEALTH BELIEF MODEL (STUDI DI SMA NEGERI 1 GURAH KABUPATEN KEDIRI)

Detail Cantuman

Skripsi

PENGARUH SELF EFFICACY, PERCEIVED BARRIERS, DAN PERCEIVED BENEFITS TERHADAP PERILAKU BERHENTI MEROKOK PADA REMAJA LAKI - LAKI DENGAN PENDEKATAN HEALTH BELIEF MODEL (STUDI DI SMA NEGERI 1 GURAH KABUPATEN KEDIRI)

XML

Perilaku merokok pada remaja masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang
dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, baik secara fisik maupun
psikologis. Salah satu pendekatan yang digunakan untuk menjelaskan perilaku
kesehatan adalah Health Belief Model (HBM), yang menekankan peran selfefficacy, perceived barriers, dan perceived benefits dalam membentuk perilaku
individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-efficacy,
perceived barriers, dan perceived benefits terhadap perilaku berhenti merokok
pada remaja laki-laki di SMA Negeri 1 Gurah Kabupaten Kediri. Penelitian ini
menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel
penelitian berjumlah 80 responden yang dipilih menggunakan teknik total
sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas
dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji regresi linier berganda pada
tingkat signifikansi p < 0,05,. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy
berpengaruh signifikan terhadap perilaku berhenti merokok pada remaja laki-laki
(p = 0,015). Sementara itu, perceived barriers (p = 0,196) dan perceived benefits
(p = 0,182) tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku berhenti merokok.
Secara simultan, self-efficacy, perceived barriers, dan perceived benefits
berpengaruh signifikan terhadap perilaku berhenti merokok diperoleh nilai F
hitung sebesar 4,141 dengan nilai signifikansi p = 0,009 (< 0,05). Kesimpulan
penelitian ini adalah self-efficacy berpengaruh signifikan terhadap perilaku
berhenti merokok pada remaja laki-laki, sedangkan perceived barriers dan
perceived benefits tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Namun, secara
simultan ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap perilaku
berhenti merokok. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam
penyusunan program promosi kesehatan untuk mendukung upaya berhenti
merokok pada remaja.


Detail Information

Item Type
SKRIPSI
Penulis
DYANA WULANDARI - Personal Name
Student ID
220104005
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
Edisi
Unpublished
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit STIKES PAMENANG : KEDIRI.,
Edisi
Unpublished
Subyek
No Panggil
Copyright
Pamenang Press
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail