ASUHAN KEPERAWATAN JIWA SKIZOFRENIA HEBEFRENIK DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN

Detail Cantuman

KARYA TULIS ILMIAH

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA SKIZOFRENIA HEBEFRENIK DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN

XML

Skizofrenia hebefrenik merupakan salah satu bentuk gangguan psikotik yang ditandai dengan kekacauan proses berpikir, disorganisasi perilaku, serta ekspresi emosi yang tidak sesuai situasi. Kondisi ini kerap memunculkan masalah keperawatan berupa gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran, yakni pengalaman mendengar suara tanpa adanya rangsangan eksternal yang nyata. Prevalensi skizofrenia di Indonesia diperkirakan mencapai 2,6 juta jiwa, dengan angka kejadian di Kabupaten Kediri sebanyak 3.583 penduduk yang memperoleh layanan kesehatan pada tahun 2023
Karya tulis ini bertujuan memberikan gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan jiwa pada dua klien dengan diagnosis skizofrenia hebefrenik disertai halusinasi pendengaran. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga Januari 2026 di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Kabupaten Kediri..
Hasil engkajian pada klien pertama (Ny. K, 22 tahun) dan klien kedua (Tn. A, 29 tahun) menunjukkan keduanya mengalami halusinasi pendengaran dengan isi dan faktor pencetus yang berbeda, namun menampilkan manifestasi objektif serupa berupa perilaku melamun, menyendiri, dan disorientasi waktu. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan pada keduanya adalah gangguan persepsi sensori. Intervensi yang diterapkan mencakup manajemen halusinasi meliputi pemantauan perilaku, diskusi perasaan klien, serta edukasi teknik distraksi, didukung kolaborasi pemberian obat antipsikotik. Implementasi dilakukan selama tujuh hari secara bertahap, dimulai dari pelatihan menghardik, kepatuhan minum obat berdasarkan enam prinsip benar, hingga latihan bercakap-cakap dengan orang lain.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa masalah gangguan persepsi sensori pada kedua klien teratasi sebagian, ditandai berkurangnya frekuensi melamun dan peningkatan kemampuan orientasi waktu serta interaksi sosial. Penguatan strategi koping dan pemantauan berkelanjutan tetap diperlukan untuk mencapai pemulihan yang optimal.


Detail Information

Item Type
KARYA TULIS ILMIAH
Penulis
AULIA NAURA BASKORO - Personal Name
Student ID
230101008
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
Edisi
Unpublished
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit STIKES PAMENANG : KEDIRI.,
Edisi
Unpublished
Subyek
No Panggil
Copyright
Pamenang Press
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail