ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA PASIEN ATRIAL FIBRILLATION DENGAN MASALAH KEPERAWATAN PENURUNAN CURAH JANTUNG

Detail Cantuman

KARYA TULIS ILMIAH

ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA PASIEN ATRIAL FIBRILLATION DENGAN MASALAH KEPERAWATAN PENURUNAN CURAH JANTUNG

XML

Atrial Fibrillation merupakan gangguan irama jantung yang ditandai dengan kontraksi atrium tidak efektif sehingga menyebabkan penurunan curah jantung dan gangguan perfusi jaringan. Kondisi ini sering ditemukan pada pasien di ruang intensif dan memerlukan penanganan cepat untuk mencegah komplikasi seperti gagal jantung. Oleh karena itu, diperlukan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkelanjutan.
Penulisan ini bertujuan menggambarkan serta membandingkan asuhan keperawatan gawat darurat pada dua pasien dengan masalah penurunan curah jantung. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada Tn. U dan Ny. S dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian dilakukan tahun 2025 di Ruang ICVCU RSUD SLG Kabupaten Kediri dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi.
Hasil pengkajian pada Tn. U (76 tahun) dan Ny. S (73 tahun) menunjukkan keluhan utama sesak napas saat dan setelah beraktivitas pada kedua pasien, dengan tambahan pandangan kabur pada Tn. U. Riwayat penyakit meliputi hipertensi, Diabetes Mellitus, dan Stroke. Pemeriksaan fisik menunjukkan takikardia, irama jantung tidak teratur (atrial fibrilasi dengan rapid ventricular response), nadi lemah, serta dispnea dengan penggunaan otot bantu napas sehingga ditegakkan diagnosis keperawatan penurunan curah jantung. Intervensi yang dilakukan meliputi pemantauan tanda vital, intake-output cairan, dan saturasi oksigen, pemberian posisi semi-Fowler, oksigen 3 lpm, edukasi aktivitas sesuai toleransi, dukungan emosional, serta kolaborasi terapi farmakologis.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2×24 jam, kondisi kedua pasien mengalami perbaikan signifikan. Pada Tn. U, tekanan darah 102/78 mmHg, nadi 84x/menit, frekuensi napas 20x/menit, dan SpO₂ 95% dengan oksigen 3 lpm, disertai hilangnya keluhan sesak napas dan membaiknya pandangan kabur. Pada Ny. S, tekanan darah 101/76 mmHg, nadi 85x/menit, frekuensi napas 19x/menit, dan SpO₂ 97% dengan oksigen 3 lpm, dengan keluhan sesak napas yang sudah tidak dirasakan. Asuhan keperawatan darurat pada pasien Atrial Fibrillation dengan masalah keperawatan penurunan curah jantung, masalah teratasi.


Detail Information

Item Type
KARYA TULIS ILMIAH
Penulis
Student ID
230101041
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
Edisi
Unpublished
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit STIKES PAMENANG : KEDIRI.,
Edisi
Unpublished
Subyek
No Panggil
Copyright
Pamenang Press
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail